Billing Wanet server linux user windows
Billing Warnet 5
27 Juli 2007
Membagi akses Internet yang dimiliki server merupakan tema pokok dalam pembuatan Billing Warnet. Kaidah-kaidah network diterapkan di sini dimana firewall menjadi kuncinya.
Ada baiknya kita inventarisir dulu siapa saja pihak terkait:
* Pelanggan, mereka yang menyewa komputer dan bandwidth Internet.
* Kasir, mereka yang menjaga warnet.
* Pemilik warnet, mereka yang mengharapkan kepuasan pelanggan dan kemudahan melihat laporan keuangan.
* Admin, mereka yang memasang dan men-setting sistem operasi, aplikasi, dan network.
Kita lihat dari sisi pelanggan, apa saja fitur yang mereka butuhkan:
* Tampilan awal yang mudah, tidak perlu memasukkan nama. Umumnya pelanggan menyukai privasi.
* Total biaya ditampilkan secara periodik.
* Pelanggan dapat chatting dengan kasir, tidak perlu harus daftar ke Yahoo Messenger dulu. Chatting berguna saat pelanggan tengah kehausan atau kelaparan.
* Pelanggan boleh menggunakan notebook-nya, tanpa perlu setting network yang berbelit, cukup diset IP dinamik.
Pelanggan berhadapan dengan kasir yang memerlukan kontrol mudah dan lengkap guna memenuhi kebutuhan pelanggannya:
* Ia tahu komputer mana yang kosong sebagai informasi untuk calon pelanggan.
* Bisa memantau komputer mana yang sedang online, yang baru saja selesai, dan yang sudah berlalu.
* Dapat melihat total biaya dan rincian setiap transaksi.
* Warnet masa kini tidak hanya menyediakan komputer dan bandwidth. Tersedia layanan cetak, scanning, burn CD/DVD, makanan, serta minuman. Kasir dapat menambahkannya ke dalam billing agar total biaya otomatis terhitung.
* Saat pelanggan membawa notebook ia cukup memberitahukan mereka agar IP diset dinamik. Selanjutnya kasir dapat melihat IP mana saja yg belum transaksi. Kemudian ia membuat transaksi baru untuk IP notebook tersebut agar pelanggan dapat mengakses Internet.
Bagaimana dengan pemilik warnet ? Pemilik warnet biasanya memiliki perhatian yang tinggi terhadap aspek keuangan, berikut ini harapannya terhadap Billing Warnet:
* Memiliki aspek keamanan yang tinggi, sulit di-hack, bahkan jika pelanggan tahu persis source code Billing Warnet.
* Dapat melihat laporan keuangan melalui Internet, tanpa harus datang ke lokasi.
Selanjutnya mari kita lihat pendapat admin bagaimana sebaiknya Billing Warnet:
* Kemudahan dalam mensetting network komputer client dimana cukup diset IP dinamik, sering disebut sebagai DHCP Client.
* Seperti kita mafhum kalau setiap komputer sudah diberi nomor fisik. Penomoran yang baik adalah sesuai dengan IP komputer. DHCP Server bisa diberitahu kalau komputer nomor 3 ber-IP 192.168.0.3. Admin diberi kemudahan menentukannya melalui komputer client. Ini mirip men-set IP statik, hanya saja tidak perlu men-set subnetmask, gateway, dan DNS.
Cara Kerja
Ada baiknya kita mengetahui cara kerja Billing Warnet untuk memudahkan proses instalasi dan penelusuran masalah. Ia memiliki 3 komponen terpisah, yaitu: Client, Monitor, dan Server. Berikut ini ulasannya:
* Warnet Client
Saat komputer client dihidupkan sistem operasi akan mencari DHCP Server. Ia otomatis mendapat informasi network penting seperti IP-nya, IP server, dan DNS. Itu pekerjaan sistem operasi.
Selanjutnya program Warnet Client otomatis diaktifkan melalui mekanisme startup. Program ini memberitahukan server bahwa dirinya baru saja up. Server akan memeriksa apakah IP-nya sudah terdaftar di sistem DHCP. Jika belum Warnet Client akan menampilkan form isian untuk penentuan IP. Admin memasukkan IP-nya sesuai dengan nomor fisik komputer yang sudah ditentukan sesuai urutan kursi.
Admin diminta me-restart client agar IP yang sesuai diperoleh. Karena IP-nya sudah terdaftar di server, program Warnet Client langsung menampilkan layar hitam yang meminta pelanggan menekan tombol ENTER untuk memulai.
Ketika pelanggan datang ia perlu menekan tombol ENTER, ini akan memicu transaksi. Server memberikan akses Internet, dan secara periodik akan melaporkan total biayanya. Jika telah selesai cukup klik tombol silang di kanan atas.
* Warnet Monitor
Ini aplikasi monitoring yang dijalankan oleh kasir. Ia juga memiliki fitur untuk memudahkan admin menetapkan IP komputer kasir. Ia akan menanyakan username dan password agar dapat digunakan, default user admin password 1234. Tidak ada akses database, dan tidak ada proses transaksi di aplikasi ini. Ia hanya memanggil fungsi-fungsi yang ada di Server dan menampilkan hasilnya. Proses terjadi di Server.
Idealnya program ini dijalankan di server. Namun kadang kasir butuh sistem operasi lain. Untunglah Python tersedia di berbagai sistem operasi.
Setelah login ia akan menampilkan status setiap transaksi.
Saat pelanggan datang, kasir perlu meng-klik Baru untuk melihat komputer mana saja yang belum dipakai. Ini sebagai informasi bagi pelanggan untuk menuju komputer yang dimaksud. Selanjutnya kasir bisa menutup daftar IP tersebut, tidak perlu klik OK, biarlah pelanggan yang memicu transaksi. Di daftar transaksi akan tampak status Online.
Bila telah selesai pelanggan meng-klik tombol silang di kanan atas pada Warnet Client yang berarti mengakhiri transaksi. Kasir bisa melihat status Selesai di layarnya untuk memberitahukan total biaya transaksi.
Bagi pelanggan yang membawa Notebook ada langkah ekstra yang perlu dilakukan kasir:
1. Meminta pelanggan mengaktifkan DHCP alias IP dinamik. Pastikan ia dapat ping ke server.
2. Kasir klik Baru, seharusnya IP pelanggan muncul di sini, biasanya berakhiran nomor besar. Klik IP-nya, lalu klik OK. Transaksi telah dimulai, pelanggan sudah dapat mengakses Internet.
3. Bila telah selesai, klik IP-nya yang masih berstatus Online, lalu klik Selesai.
* Warnet Server
Merupakan Billing Warnet yang dapat dihubungi melalui mekanisme XMLRPC.
Ia yang mengizinkan akses Internet dengan metode firewall menggunakan iptables, sekaligus mengaktifkan transparent proxy dengan squid. Ia mengenal 2 kelompok user: kasir dan pelanggan. Setiap kasir harus menyertakan username dan password saat request.
Server ini juga dilengkapi proses terpisah untuk memperbaharui total biaya sewa. Dilakukan setiap menit. Proses ini juga melakukan broadcast ke seluruh client yang sedang online, termasuk ke aplikasi Warnet Monitor.
Download
Sebelumnya harap ikuti langkah-langkah pada halaman download untuk:
1. Penyesuaian konfigurasi PostgreSQL pada pg_hba.conf
2. Penyesuaian apt-get pada sources.list
Kemudian pasanglah paket Billing Warnet ini, berturut-turut:
* Server
Proses instalasi berikut ini akan membuat user warnet dan database warnet.
# apt-get install warnet-server
Tunggulah sekitar 1 menit, ia akan up sendiri. Anda bisa melihat log-nya dengan:
# tail -f /var/log/warnet/server.log
* Monitor
Perintah ini boleh dijalankan di server atau komputer lainnya:
# apt-get install warnet-monitor
* Client
Pasanglah Warnet Client di setiap komputer client. Instalasi berikut ini akan melakukan:
o Membuat shortcut di Autostart pada home user default, user yang dibuat saat instalasi kubantu.
o Membuat shortcut di menu K, Internet, Warnet Client.
o Mengubah konfigurasi kdm agar auto login menggunakan user default.
# apt-get install warnet-client
- chichy's blog
- Login or register to post comments



Debian Based
Billing ini dibuat untuk keluarga debian.
Ini artikel juga kayaknya kopi paste dari websitenya rab.co.id
Saya kemarin juga sempat cari siapa tau ada sourcenya cuma ndak ketemu.
Info....
Info ini lumayan menarik...
but... ya... ini mungkin bisa menjadi wacana saja
soalnya... di slackware memang berbeda dengan linux yang lain.
Mungkin masukan bagi penulis...
lebih bagus kalo sebelum menulis... cantumkan dari mana sumber informasi tsb didapat
trus... kalo bisa tutorial instalasinya (khususnya server) kalo nggak ada binary dalam bentuk tgz, pilih yang tarball (universal).
kalao pakai apt-get itu khan ciri khas dari keluarga debian.
OK?!
salam
denic
aku pengin beralih dari
aku pengin beralih dari microsoft ke linux, tp q belum ngerti banget tentang linux. aku buth billing untuk linuk dan semua aplikasi linux yang dibutuhkan.
q menggunakan redhat 7x. bisa bantu saya tidak.
Pengen sich bantu, tapi...
Pengen sich bantu, tapi... kami cuman bisa slackware :D hehehe...
kayaknya kalau mau redhat base bisa tuh sama rekan-rekan komunitas fedora-id !
mereka jago-jago lho menangani linux.
selamat berjuang untuk bebas dari kebodohan :)
salam,
denic wibowo
is nothing
pgn ngobrol2 ma amad ne, bs
pgn ngobrol2 ma amad ne, bs ngga? join di yahoo dong....