Not friendly with MSIE  

Waktu Makassar

Navigation

User login

Di Dukung Oleh :


Universitas Negeri Makassar
Universitas Negeri Makassar


Balai Diklat Keuangan VI Makassar
Balai Diklat Keuangan Makassar
We recommend GNU Linux for Government

Mailing List

Google Groups
Subscribe to Makassar Slackers
Email:
Visit this group

Ads by PPCIndo

Recent comments

Mencicipi KDE versi 4.2.0 di Slackware

Kemaren hari Sabtu, 31 Januari 2009 setelah pengumuman tentang tersedianya KDE 4 di repositorinya slackware id, dan report dari Pak Willy atas keberhasilannya implementasi window manager tersebut di slackware 12.2-nya, kontan saya langsung panggil taksi meluncur ke kantornya Bolong (yang punya koneksi lumayan kenceng) di bilangan Panakkukang untuk mengunduh paket-paket tersebut. Sampai di sana, langsung pasang perintah rsync --progress --stats -axzvl rsync://slackware.vip.net.id/slackware-current/testing/packages/kde4/ . dan tinggalkan bikin kopi sambil ngobrol-ngobrol.

Kira-kira sekitar dua jam-an paket sebesar 700-an mega byte berhasil pindah di laptopku dan langsung broom... ikuti step-step dari wiki-nya slackware-id (http://slackware.linux.or.id/wiki/index.php/Upgrade_ke_KDE.4.2). Viola... KDE 4 berhasil dijalankan dengan mulus di laptopku. Dari tampilan awalnya kdm theme sudah begitu cantik. Pas login... splashnya juga wow... bikin ngiler :D hehehe... Apalagi setelah masuk dalam window managernya, semua tampilannya sangat berbeda dari generasi lamanya (KDE 3).

Saya coba-coba jalankan desktop efeknya, ternyata tidak kalah dengan compiz. luar biasa ringan dan cantik. Saya suka sekali dengan theme oxygen-nya, very smooo...th :D Desktop hanya berisi wallpaper saja, kalaupun ada file yang disimpan di direktori $HOME/Desktop akan terlihat dalam frame yang lembut dan transparant. Kalau dulu (kde 3) icon-icon yang di dalam panel dinamakan aplet, sekarang di kde 4 dinamakan widget yang bisa diletakkan dimana saja, termasuk di desktop seperti karamba di jaman dulu. Iseng-iseng saya coba jalankan fusion-icon, dan ternyata jalan dengan mulus. Pokoknya singkatnya kde 4 ini sangat cantik dari sisi tampilan.

Dari semua kecantikan tersebut di atas, ternyata saya menemukan masalah. Yah namanya memang baru dicoba dan masih dalam wadah current, wajar kalau kita menemukan yang tidak atau kurang sempurna. Amarok 2 di tempat saya gagal dijalankan, dan yang membuatku sedih, adalah hilangnya tools andalan saya di pekerjaan pokokku, yaitu quanta+ ! Mencoba cari-cari di google juga belum dapat informasi yang melegakan :(. Akhirnya untuk sementara saya memakai kdevelop. Yah lumayan membantu walau tidak senyaman quanta. Saya memilih menunggu saja quanta masuk dalam kdewebdev di versi 4, agar bisa dipakai langsung setelah menginstalasi kde4. Jadi bagi yang masih fanatik dan keukeh nggak mau meninggalkan quanta, sebaiknya urungkan niat meng-upgrade ke kde4.

Begitulah sedikit pengalaman saya mencicipi rasa kde 4 yang secara umum, saya sudah merasa puas dengannya. Bagi yang berminat dan tidak mempunyai bandwidth besar, namun berada di makassar, bisa hubungi saya untuk mengkopi paket-paket kde 4. Atau tunggu gathering 15 untuk ketemuan dan sharing tools. :D

salam,
denic
koy_od[at]yahoo[dot]com

Ternyata amarok berjalan

Ternyata amarok berjalan dengan normal apabila kita tidak menjalankan building collection. Di proses itulah yang bikin freeze sampai harus di kill -9 :D hehehe....
Untuk solusinya, terus terang aku belum tahu. Kita tunggu saja review dari pakarnya, Mas Walleca dan Mas Willy.

salam,
denic wibowo
is nothing

screenshotnya mas

screenshotnya mas ??
leptopnya seri apa y ??

koq masih make kde sich

koq masih make kde sich mas....

ubuntu aja ada....

wahhh

Bingung, ini maksudnya apa

Bingung, ini maksudnya apa ya?

Regards,

Arman Idris
arman[at]makassar-slackers[dot]org