Skip navigation.
Home

Pengalaman dengan hardisk SATA yang dikenali sebagai /dev/hda

Ini pengalaman yang baru bagi saya, dan mungkin ada beberapa rekan-rekan slackers yang mengalaminya. Jujur saya sempat stress sekitar 1 bulan karena menghadapi makhluk yang satu ini.
Ceritanya begini...
Sekitar sebulan yang lalu, kantorku mendapatkan pengadaan 10 unit PC merk HP (Hewlet Packard) dengan spesiafikasi processor Intel Dual Core, Hardisk SATA 80GB, dan DDR RAM 1GB. Yang menjadi masalah adalah hardisk SATA nya, (hasil dari lspci “IDE interface: Intel Corporation 82801GB/GR/GH (ICH7 Family) SATA IDE Controller”) ternyata slacky 12.1 default maupun installer mengenalinya sebagai IDE sehingga dia membuat block device di /dev/hda.
Pengenalan yang salah ini membuat kernel menganggap dma hardisk dalam keadaan off sehingga diperingatkan kalau system berjalan lambat. Dan memang saya rasakan slackwareku terasa berat padahal didukung dengan RAM gedhe. Ya... hardsiklah yang membuat system berjalan lambat.
Anehnya di windows XP jalan normal dan cepat. Saya sempat diejek... sama windowser di kantorku. “Makanya pakai windows ! Linux kagak support SATA !” :P

Akhirnya semangat dikumpulkan dan niat diperbaiki, nawaitu cari sampai dapat masalahnya. Baca manual, baca documentasi, dan yang tidak pernah ketinggalan tanya sama om google. Terima kasih om.. Anda sungguh banyak sekali membantu saya. Kalau boleh dibilang mungkin google bisa menjadi support terbaik yang ada di dunia saat ini. Hehehe....
Hasil dari searching di google saya dapat banyak sekali pencerahan tentang hardisk dan cara kernel berkomunikasi dengannya. Akhirnya kutemukan sebuah forum di linuxquestion yang membahas tentang kernel dan hubungannya dengan hardsik. Kebetulan kali ini betul-betul slackers mania di sana (sebelumnya ubuntu forum yang banyak kutemukan :D), dan memang banyak ternyata yang mengalami masalah seperti saya.

Solusi ! Kernel 2.6.24.5 bawaan slacky 12.1 default harus dikompile ulang. Matikan atau ganti menjadi “M” (Modul) opsi Device Drivers >> ATA/ATAPI/MFM/RLL support >> Enhanced IDE/MFM/RLL disk/cdrom/tape/floppy support. Sebaliknya berikan tanda bintang <*> pada Device Drivers >> Serial ATA (prod) and Parallel ATA (experimental) drivers >> Intel ESB, ICH, PIIX3, PIIX4, PATA/SATA support.
Lakukan kompiling seperti biasa, make; make modules_install; cp arch/i386/boot/bzImage /boot/vmlinuzku. Setelah itu edit lilo sesuaikan seperti kernelnya, lihat contoh kompiling kernel 2.6 di situs ini (googling donk !).

Setelah reboot ulang menggunakan kernel yang baru tsb, oo... ! Ternyata kernel panic ! Dengan pesan error tidak menemukan block device untuk mounting ke partisi root, dan disarankan untuk memberikan opsi yang benar di lilo pada bagian “root=”. Pas saya lihat di lilo.conf ternyata benar pada block tsb, masih “root=/dev/hda”. Terang aja kernel tidak bisa melakukan mounting partisi tsb. Akhirnya kucoba ganti dengan root=/dev/sda. Pas saya lakukan perintah lilo... oo.. ooo... ! Lagi-lagi bermasalah ! Slacky menganggap invalid karena masih dianggap /dev/hda dan protes kalau /dev/sda itu tidak ada. Aduh... stress saya... itu sempat stack selama 2 hari.
Akhirnya ada ide ! LIVE CD !. Saya coba pertama kali pakai ubuntu, dan hola ! Hardiskku dikenali sebagai sda jadi ada angin baik nich... pas saya udah edit lilonya, dan jalankan perintah lilo -r /mnt/hda2, auwah ! Ubuntu livecd tidak punya tools lilo :((. Masalah lagi...

Cari... live CD yang langsung mengenali SATA, trus yang punya tools lilo. Setahuku... cuman slackware yang masih pertahankan lilo atau paling tidak lilo masih disimpan sebagai salah satu toolsnya. Aku coba bongkar-bongkar dvd Info Linux yang ada liveCD berbasis slackware. Dan akhirnya kutemukan Alixe !
Wow betul Alixe berbasis slax atau slackware ya ? Yang jelas masih berbau-bau slackware. Saya perhatikan proses bootingnya, ternyata Alixe masih mengenalinya sebagai /dev/hda. But saya nekat edit lilonya dan jalankan perintah lilo -r /mnt/hda2 (/mnt/hda2 adalah mount point tempat root partition slacky-ku berada, itu lho partisi yang memuat direktori /bin, /opt, termasuk /root). Dan... hore... ! Lilo berhasil dibuat ! But hati masih ragu jadi nggak ya ?
Akhirnya kucoba me-reboot ulang komputer tsb..
Hasilnya... Hehehe.... BERHASIL !!! system reboot dengan /dev/sda sebagai block devicenya dan berjalan tanpa pesan “dma off”. Artinya saya telah berhasil menjalankan slackware 12.1 sebagaimana mestinya. Bungkam mi sekarang windowser ditempatku ! Hahaha !

Salam,
denic

Sorry.. ada yang kelupaan :D

Sorry.. ada yang kelupaan :D hehehe...
jangan lupa edit /etc/fstab diganti semua yang hda menjadi sda :D

salam,
denic wibowo
is nothing

waw mantap Daeng

waw
mantap Daeng Denic......
jadi semangat belajar slackware neeeh :)

belum resolved nih, Live CD

belum resolved nih,

Live CD nya gak ada jadi di pending dulu deh,

ada yang bisa bantu ???

CMIIW

assalamu'alaikum

assalamu'alaikum ...........,

wah mantab neh, kebetulan pengen remastering slackware ........, kapan bisa ngoprek bareng neh, lama ka' ndk begadang, kerumah maki' e

Salam,

b0l0n9