Pesan Untuk Newbie Slackers
Tulisan ini bukan untuk menyudutkan distro lain atau mengagung-agungkan distro slackware atas yang lain. Pada dasarnya opensource itu adalah suatu yang bebas. Anda bebas memilih, bebas menentukan, bebas untuk menggunakan dan mengeksplorasi sesuai dengan kebutuhan Anda. Ini hanya bertujuan memberikan pemahaman kepada rekan-rekan yang baru yang ingin mempelajari GNU Linux khususnya yang telah “nawaitu” dan akan serius menggunakan Slackware.
Pesan singkat saya... cobalah berpikir lebih dari 2 kali untuk betul-betul menggunakan slackware dalam pekerjaan Anda sehari-hari. Susah.. ?! Jawabnya ya dan tidak !
Ada beberapa alasan mengapa seseorang menggunakan slackware sebagai main operating systemnya. Setidaknya saya termasuk dari beberapa orang itu :D. Terus terang saya tidak mempunyai latar belakang pendidikan di bidang teknologi informasi, jadi semua yang saya implementasikan dalam penggunaan slackware sehari-hari hanyalah berdasarkan pengalaman saja. Saya masih ingat kata-kata orang bijak bahwa pengalaman adalah guru yang paling baik.
Bila Anda ingin menggunakan (sekedar menggunakan atau memanfaatkan sisi terbaik dari) GNU Linux, saya menyarankan pakailah distro terbaik seperti Ubuntu, Suse, atau Redhat. Namun... apabila Anda ingin mempelajari (serius untuk mengerti dan betul-betul memahami) GNU Linux, saya rasa jalan yang Anda tempuh sudah benar (sekali lagi ini hanya ditujukan kepada newbie slackers). Dalam kacamata saya ada 7 (tujuh) alasan mengapa beberapa orang menggunakan slackware sebagai main operating system, yaitu:
- Simplicity atau lebih kita kenal dengan sederhana. Anda bisa memulai dari sesuatu yang sangat dasar dan membangunnya berdasarkan itu. Artinya dengan instalasi standar slackware, sebenernya sudah lebih dari cukup untuk memulai memanfaatkannya baik untuk tujuan kecil maupun untuk project berskala besar. Anda tidak membutuhkan paket-paket aplikasi yang terlalu banyak, karena Anda bisa menambahkannya kapan saja Anda mau.
- Stability Slackware adalah distribusi linux paling tua yang pernah dibangun, dan sampai saat ini masih ditangani secara ketat oleh tangan dingin seorang pendiri dan pemeliharanya, yaitu Patrick Volkerding, dimana project-projectnya tidak banyak berubah dari tujuan awalnya. Banyak distro besar mempunyai begitu banyak programmer yang menanganinya dimana bisa dengan mudah membiaskan dari tujuan utama awalnya. Kebutuhan update release yang hanya untuk mengubah nomor versi yang lebih tinggi bukanlah titik berat dari perhatian pemelihara projectnya, namun hanyalah sebuah bagian terbesar untuk membuat slackware lebih stabil secara keseluruhan.
- Command line Saya telah menggunakan linux sejak tahun 1999 dan ketika saya memulainya, saya sering menggunakan command line. (Di saat itu windows sudah sangat mudah, namun ada banyak pertanyaan saya di dunia IT yang tidak pernah terjawab oleh windows sampai sekarang.) Beberapa tahun belakangan ini, saya perhatikan kebanyakan distribusi “mainstream” sangat terfokus pada “graphical user interface”, yang menurut pendapat saya membuat pengguna baru mempunyai pengertian yang salah tentang Linux secara keseluruhan. Command line masih diandalkan pada semua distribusi linux sampai hari ini, namun kurang difokuskan. Padahal sangat banyak atau kebanyakan (apabila tidak boleh disebut semua) front-end GUI hanyalah improvisasi dari tools-tools yang ada di command line. Slackware masih mempertahankannya, dan memberikan peluang besar bagi penggunanya untuk berimprovisasi sendiri sesuai kemampuannya.
- Direct Control Slackware memberi Anda sebagai seorang Administrator Sistem kontrol langsung terhadap mesin tanpa interface grapikal cantik yang menyembunyikan apapun. Kemampuan untuk mengadministrasi dan memelihara sistem Anda betul-betul sangat tergantung (terserah) kepada Anda.
- Independence Sistem pemaketan tools-tools di slackware tidak menyertakan kebutuhan dependensi sehingga Anda bisa melakukan instalasi paket-paket yang Anda butuhkan secara sendiri-sendiri. Ini sangat menguntungkan (setidaknya bagi saya) untuk mengetahui secara pasti kebutuhan dependesi tools tersebut secara manual, sehingga membuat Anda lebih mengerti (bukan malas) bagaimana tools itu diciptakan dan bekerja. Sangat berbeda bila Anda melakukan instalasi langsung dari system instalasi yang secara otomatis melakukan update dan checking dependensi dari repositorinya.
- CommunitySaya memperhatikan komunitas Slackware apakah itu di IRC atau sebuah user group mayoritas penggunanya dewasa, peduli, dan sangat paham. Saya hampir tidak pernah berbicara dengan pengguna Slackware yang tidak berusaha membantu semaksimal yang dia mampu. Di dalam dunia opensource sebuah komunitas adalah tulang punggung project, dan Slackware berdiri sejak 1993 dengan kontribusi besar terhadap yang namanya komunitas.
- Comfort Marilah kita lihat dan rasakan sama-sama. Saya sudah merasakan menggunakan Slackware dalam waktu yang cukup lama, bahkan sampai saat ini masih merasa sangat nyaman dengan distribusi linux yang satu ini.
Mungkin beberapa dari Anda sepertinya merasa pernah membaca 7 alasan di atas. Ya betul... saya mengutip dari blog seseorang yang secara iseng saya baca-baca, dan ternyata sangat menarik dan sesuai dengan filosofi saya. Blog tersebut adalah http://www.foogazi.com/2006/11/02/7-reasons-i-use-slackware/ yang sayang semuanya dalam bahasa inggris dimana sebagian dari kita masih susah untuk menerjemahkannya apalagi memahaminya :).
Kesimpulannya, jika Anda pengguna linux yang baru, malas, atau seseorang yang sulit meluangkan waktu dalam membaca dokumentasi dan mencoba berimprofisasi (trial and error) sendiri, sudah dipastikan Slackware tidak cocok untuk Anda, kecuali ada orang atau pihak yang setia melayani Anda dalam berinteraksi dengan linux Anda. Jika Anda suka berpikir instant dan ingin menguasai linux dalam waktu singkat serta berpola pikir seperti end user (layaknya pola pikir yang diajarkan windows selama ini), lupakan distro yang satu ini. Anda tidak akan pernah mendapatkan hasil seperti yang Anda inginkan!
Sebaliknya, bila Anda punya rasa ingin tahu yang besar dengan berbagai alasan sesuai kebutuhan Anda, ingin memahami GNU Linux dengan sebenar-benarnya, siap untuk menderita dalam mengalami stack dan sabar menghadapi hambatan, Tahan berjam-jam bahkan berhari-hari membaca dokumentasi dan browsing mencari informasi, Siap melakukan banyak kesalahan untuk bisa dipelajari secara langsung, Insya Allah... Anda berada dalam jalur yang tepat untuk memulai implementasi GNU Linux dengan Slackware.
Saya berani menulis seperti ini karena saya telah melewati masa-masa sulit itu. Sekarang saya bisa lebih memahami system linux saya daripada beberapa orang yang mengajari saya (waktu masih newbie), padahal mereka termasuk jebolan perguruan tinggi TI (tentu bukan arman dan amad karena saya sangat menghormati beliau berdua sebagai mentor saya paling wahid).
So... Anda para newbie slackers...
Semoga Anda tidak salah jalan dan membuang waktu Anda.
Salam,
denic
- denic's blog
- Login or register to post comments



u give me inspiration so i
u give me inspiration
so i will build my cmputer again
so pray to me plis
muko ero'ka pinjam HD d LAB deh !!!!!
Wah...wah jadi semangat nich
Wah...wah jadi semangat nich Mas belajar linuxnya lagi...
btw klo RKAKL ato SABMN apakah bisa jalan pake wine ya Mas mengingat aplikasi depkeu kebanyakan berbasis MS, soalnya selama ini dua hal itulah yg membuat masih belum bisa 100% MS Free
Thx
Saya pernah install 2
Saya pernah install 2 aplikasi itu pakai wine-0.9.52 dan jalan. Memang ada beberapa masalah terutama dengan backup yang pakai rar versi windows :( . Itulah memang kendala para programmer di Depkeu sangat terbelakang sekali, karena sampai sekarang masih mengembangkan aplikasi berbasis foxpro, alasannya cuman satu, karena masalah kebiasaan :(.
Untuk aplikasi itu, selama ini saya menggunakan vmware dan menjalankan windows xp hanya di satu komputer (itupun virtual), jadi klien (petugas) di linuxnya masing-masing, mengakses windows + aplikasinya melalui mekanisme rdesktop. Beres...
mereka pakai windows hanya untuk urusan aplikasi-aplikasi kuno tsb. Untuk bekerja kantor biasa dan menikmati hiburan, semuanya mereka lakukan dengan slackware 12 :D hihihi....
Kalau Anda sedang bingung melayani klien Anda untuk urusan virtualisasi, mungkin saya bisa bantu (ikhlas karena Allah). Mudah-mudahan Anda ada di Makassar, jadi aku bisa langsung bantu konfigurasi.
Itu memang sangat getol saya perjuangkan, karena saya terus terang juga trenyuh melihat pekerja-pekerja TI di depkeu yang nggak maju-maju. Sebisa mungkin kita harus berusaha untuk melakukan migrasi, apapun taruhannya. Karena untuk jangka panjang jauh lebih menguntungkan daripada tergantung terus pada microsoft windows.
salam,
denic wibowo
is nothing
Terima kasih Mas atas
Terima kasih Mas atas tawaran bantuannya. Saya di Jakarta saya tau web ini karena di slackerbox.com banyak merujuk ke situs ini dalam menuliskan tutorialnya. Dan setelah melihat ada lambang BDK VI saya semakin terkejut, lha koq ada pegawai BPPK yang begitu getolnya ngembangin Linux. Saya masih sangat newbie dalam menggunakan slackware, saat ini saya menggunakan dual operating system menggunakan MS dan Ubuntu. Namun dengan cepatnya rilis Ubuntu dan kemudahan untuk menginstall program dengan apt-get-nya saya malah lama kelamaan terbiasa menggunakan GUI dibanding commandline.
Setelah membaca "Pesan Untuk Newbie Slackers" koq kayaknya saya salah belajar linuxnya selama ini dan itu sangat terasa saat kesulitan dalam konfigurasi GUI maka ya stag gitu saja.
Di Purnawarman belum ada yang kampanye linux secara terbuka walo sempet kita mengundang ubuntu-id dan Romi S W kekampus STAN tp masih sepi peminat dan sangat kurang dukungan dari lembaga sendiri, perkembangan berarti adalah server bppk yg di pusintek telah terinstall centos dan website bppk dikembangkan dengan joomla oleh Mas Apung dkk tapi klo diakses pake jaringan depkeu harus dibypass dulu proxynya.
maaf ya Mas klo langsung nimbrung di forum ini.
Mas Cethink ini pegawai BPPK
Mas Cethink ini pegawai BPPK juga ?
Bagus kalau begitu, berarti nambah satu lagi pengisi barisan untuk gelombang perbaikan TI di BPPK.
Di BDK VI Makassar udah 99% menggunakan linux (kecuali 1 unit punya kaur RT (baru pindah dari Jakarta dan bergelar SKom. yang sangat fanatik sama windows)) sejak tahun 2002. Jadi pegawai di sini udah pada familiar dan terbiasa dengan linux. Bahkan kalau ada komputer baru emoh pakai windows :).
Awalnya sich ya nekat... tapi Alhamdulillah semuanya berjalan lancar.
Disana juga ada satu lulusan STAN (I Made Subitha Arsana) juga mendalami fedora core dan programming java. Jadi ssecara teknis implementasi linux di BDK Makassar udah sangat berakar. Tidak ada alasanpun untuk dipaksa pakai windows, soalnya tidak ada urusan yang hanya dijalankan dengan windows. Kami rasakan sendiri bahwa windowsnya aja bersembunyi di dalam vmware server di slackware dan nggak pernah dimunculkan (kecuali untuk mengoperasikan SABMN, RKAKL, SPM, Gaji TKPKN dsb yang masih menggunakan foxpro yang hampir punah :D).
Itu makanya BDK VI Makassar sangat mendukung komunitas ini, karena selain salah satu pendirinya adalah PNS BPPK, juga karena kita banyak diuntungkan dengan bantuan komunitas dalam menyelesaikan masalah di dunia GNU Linux khususnya distro slackware (itung-itung sangat mengurangi biaya support Infrastruktur TI).
Kami berharap Jakarta bisa sedikit demi sedikit mulai migrasi ke opensource. Kuncinya cuman satu ! Sampaikan yang benar itu benar kepada para pengambil keputusan. Banyak windowser yang memberi persepsi miring dan memanipulasi informasi karena takut akan pergeseran posisinya. Seakan periuk nasinya akan terbuang karena terlihat kebohongannya selama ini.
salam,
denic wibowo
is nothing
Iya Mas saya pegawai BPPK
Iya Mas saya pegawai BPPK juga,
Di sini masih saja pada berkutat dengan masalah data hilang dan terganggu karena virus :)
Anak-anak baru disini beberapa suka di IT tapi kebanyakan maen di web,
Aplikasi disini juga hampir 90% pake foxpro, dan pengembangan IT sepertinya terpusat dipusintek dan didikte ke arah MS oriented. Sehingga tidak ada ato sebutlah belum ada aplikasi yang akan dijadikan brand image BPPK, padahal bisa saja dipararelkan sehingga kita punya aplikasi yang nanti bisa jadi solusi bukan menunggu solusi.
Setau saya hanya Mas Romi yang menggunakan Mandriva, tapi server diPurnawarman masih pake MS Server.
Salut Mas atas keadaan IT di BDK Makassar yang walo didaerah ternyata lebih mampu berdikari daripada pusat, maklum disini selalu terhambat birokrasi,
Semoga dengan opensource kita akan lebih bebas dan semoga di masa datang BPPK dapat menjadi homestay bagi opensource...
sama mas,,,, saya jg pgawai
sama mas,,,, saya jg pgawai Depkeu, tp bukan BPPK
saya d KPPN. aplgi d KPPN mas, smua aplikasi masih dbikin pke Foxpro meskipun make database MySQL.
dkantor aj cuma saya satu2nya yg make Linux. maklum lulusan Prodip cuma 2, saya ama satu lg tmn saya. tapi dia jg g tertarik ama linux krna ud tbiasa make windows tp g tertarik belajar yg lain. terus terang saya ud lama pengen bljr Linux terutama Slackware (bdasarkan referensi tmn saya djogja dulu, "klo mo ngerti ubuntu ya belajar ubuntu, klo mo ngerti Red Hat belajar Red Hat, tp klo mo ngerti Linux maka belajarlah Slackware). tp syg saya dt4kan d remote area yg jauh akses kmn2 (Meulaboh, aceh barat) jalan satu2nya y belajar sendiri sambil nyari2 pengetahuan d internet (thank God we still have internet Connection). akhirnya saya nemuin wabsite ini yg ngasih bgtu bnyk pengetahuan. so, buat saya yg baru belajar rasanya sangat senang punya komunitas yg berasal dr background yg sama. jadi bikin saya makin bsemangat bt berkembang :D
salut buat BDK VI Makassar deh
andai aj pas dulu d BDK III jogja jg ud make Linux
Alhamdulillah... akhirnya
Alhamdulillah... akhirnya ketemu juga pegawai perbend yang tertarik sama linux. Setidaknya... wawasan udah terbuka. Tinggal kita kembangkan. Mas... sebenernya saya pengeeen... sekali bikin project tentang pembuatan aplikasi SPM, SAKPA, dll (produk ditjend perbend) yang pakai aplikasi crossplatform seperti java atau webbase (PHP, mySQL, Apache). Kalau di Perbend udah pakai mysql berarti udah kemajuan. Pintu interoperabilitas data sudah terbuka. Berarti kita akan semakin punya peluang untuk membuat interface berbeda dari yang ada sekarang (foxpro). Semoga Sampeyan mau mendukungnya.
salam,
denic wibowo
is nothing
internet d perbendaharaan
internet d perbendaharaan sampai saat ini masih matot jd maap klo br bs nongol lg, inipun bisa konek krn nitip proxy...hehehehe...
yup,,, saya pun pengen bgt ada yg bisa mewujudkan aplikasi2 perbendaharaan untuk linux, secara saya baru belajar soal pemrograman (baru bljr shell dl LOL). database d KPPN ud make Mysql tapi aplikasi nya msh dbikin pke foxpro. tp klo d kanwil uda sejak 2006 database nya pke Oracle.
klo soal dukungan sih saya pasti mndukung dgn segala kemampuan yg saya punya (meski cm dikit kmmpuannya). so, just let me know if there's anything i can do to give support :D
ikutan y saya pegawe pebebe
ikutan y
saya pegawe pebebe , untuk database server pernah memakai oracle di redhat linux , tp sekarang kembali lg ke win server walaupun tetep pk oracle
utk aplikasinya dibuat pake oracle form builder, blom dicoba apakah bs dijalan kan di linux
pernah juga iseng2 membangun ltsp utk PST dengan pc tua, aplikasi yg dipke rdesktop utk meremote ke server aplikasi (win 2000)
utk web intranet juga memakai server linux dan server mail local memakai distro karoshi.
sayangnya ketika mo modern , pc2 pengadaan semuanya pk windows vista asli mo diisntall linux mikir 2x, bahkan denger2 orang pusat mo bikin apliaksi online yg berbasis .Net
he he susah mo melinuxkan disini .... mungkin nunggu atasan2 (yg g tau kl ada OS selain windows , mungkin .. *_*) pada pensiun ...
Yah memang masih banyak
Yah memang masih banyak orang-orang di pusat yang apriori terhadap perubahan, apalagi kalau itu mengancam eksistensinya. Bagaimana nggak gemetar kalau kemampuannya dipertanyakan dikemudian hari. Susah mo melinuxkan... hmmm sama seperti pada saat awal Anda membangun sesuatu. Yang harus dijaga adalah keteguhan hati Anda sendiri, bahwa linux bisa menyelesaikan segala masalah yang terjadi di dunia IT. Apa yang bisa dilakukan di windows, sudah bisa dipastikan bisa dilakukan di linux, pertanyaannya, Sejauh mana Anda menguasai linux itu sendiri. Jaman pasti berganti, demikian pula pimpinan. Saya yakin kalau orang-orang yang "care" terhadap IT di depkeu pada terbuka wawasannya, Insya Allah para pejabat yang diberi predikat pimpinan itu tidak bisa berbuat banyak untuk memaksakan micorosoft windows. Semua di tangan kita. Kalau Anda dipercaya untuk menghandle TI, lakukanlah dengan baik dan sungguh-sungguh ! Jangan cengeng... mencari solusi instan melulu yang justru membuat kita menjadi bodoh !, seperti misalnya, untuk membersihkan virus kita mencari software anti virus, kenapa nggak dicari lubangnya, dan menutupnya rapat-rapat sehingga tidak mudah dibobol.
salam,
denic wibowo
is nothing
Filosofinya mirip dengan
Filosofinya mirip dengan penjabaran di ArchWiki. Disebutkan alasan kenapa cocok make suatu distro, kenapa ngga, kontrak sosial, perbandingan sekilas dengan distro tertentu, dsb-nya. [mantan slackers] Setelah make Slackware baru berani nyoba distro-distro user-centric (cenderung bukan user-friendly) lainnya. :)