Skip navigation.
Home

Instalasi paket source atau source code

Masih dalam kaitannya dengan slackers gathering ke-9, Arman Idris memberikan bahasan tentang bagaimana menginstall dari source code. Memang adalah sesuatu yang mudah menginstall dari paket program binari yang telah siap dipakai dan tinggal diinstallkan, seperti contohnya paket-paket yang sudah jadi dan terdaftar di http://www.linuxpackages.net yang tinggal melakukan perintah installpkg atau upgradepkg --install-new nama paketnya, maka sudah langsung terinstall ke dalam system linux kita. Pada dasarnya yang dilakukan oleh installpkg tersebut hanyalah mengkopi file binari ke tempat yang seharusnya dan mencatatnya pada log, sehingga pada saat dilakukan uninstall atau removepkg, maka dengan mudah sistem akan mendapatkan lokasi file-file yang telah dicopykan tersebut. Sesuatu yang gampang dilakukan dan aman... :)

Pada kenyataannya, sering kita menemukan (khususnya di slackware) masih banyak aplikasi-aplikasi baru atau yang versi terbaru, masih belum ada yang memaketkannya, dan memang slackware sendiri secara resmi tidak menyediakan repositori paket-paket binary aplikasi yang baru direlease. Juga untuk alasan yang spesifik, sebuah aplikasi sangat tergantung pada kernel yang dipakai oleh pengguna. Oleh karena itu usaha memaketkan aplikasi tersebut menjadi tidak begitu menarik, karena belum tentu binary yang dihasilkan dari kernel pembuat, bisa langsung dijalankan oleh pengguna lain dengan kernel yang berbeda. Contohnya adalah vmware installer yang merupakan aplikasi untuk mengelola virtual mesin sehingga sangat tergantung kepada kernel yang dipakai, ada juga cdfs, sebuah tool untuk mengenali file system CD yang dibuat dengan cara multisession seperti VCD, dimana tool tersebut akan membuat modul baru sesuai dengan kernel yang dipakai pengguna. Satu hal yang menarik dari source code adalah, tidak tergantung kepada distribusi apa yang kita pakai, sehingga bisa diinstall ke hampir semua (kalau tidak boleh dikatakan semua) distro linux.

Dalam melakukan instalasi aplikasi yang berasal dari source code, biasanya kita diberikan file dalam format terkompres. Ada yang berbentuk zip, tar.bz2, tar.gz, atau kadang-kadang kita harus melakukan rsync atau cvs. Dalam bahasan kali ini kita fokuskan pada source code yang terkompres.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. pastikan kita mendownload source code yang berbentuk file terkompres, dan pastikan tidak ada kesalahan dalam proses transfer data attachment-nya. Anda bisa memakai tools md5sum (semoga vendor penerbit source code tsb menyediakan md5sum juga untuk melakukan crosscheck atau lebih dikenal checksum);
  2. berikutnya ekstrak file tersebut dimana saja yang kita suka. Silahkan memakai cara apapun untuk mengekstrak file tsb, paling mudah lewat tools mc dari konsole, tinggal enter dan F5 :);
  3. masuk ke dalam direktori hasil ekstrak, dan jangan lupa ini sangat diwajibkan, yaitu IQRA' :) atau BACALAH segala informasi yang dibutuhkan atau bersangkutan dengan aplikasi tersebut. Biasanya kita bisa melihat file-file standar seperti README dan INSTALL. Mulailah dari sana.
  4. Sebagian besar atau sering sekali kita menjumpai proses instalasi standar yang dipakai oleh kebanyakan aplikasi yaitu ./configure, make, dan make install. Hampir kebanyakan atau sering kita melakukan cara standar seperti itu, namun sekali lagi itu bisa jadi berbeda tergantung dari apa yang kita dapatkan dari informasi file seperti README dan INSTALL.
  5. Biasanya dengan cara standar di atas, file binary execute-nya ada di /usr/local/bin. Kita bisa mengatur letak file (path) binary tersebut dengan menambahkan opsi prefix pada saat proses ./configure seperti contohnya ./configure –prefix=/usr yang berarti semua file yang telah dikompail dan dibutuhkan oleh aplikasi hasil dari kompilasi, akan ditaruh dalam direktori /usr. Ingat... pada tahap ini, proses akan melakukan checking lingkungan sistem apakah sudah sesuai dengan yang dibutuhkan aplikasi yang mau diinstall. Di tahap ini pula akan diperiksa semua dependensi yang dibutuhkan oleh aplikasi. Kesuksesan tahap ini akan menentukan kesuksesan keseluruhan proses instalasi, sebaliknya kegagalannya sudah pasti akan menggagalkan seluruh proses selanjutnya. Jadi perhatikan baik-baik log dari proses ini, apabila terdapat pesan error dan berhenti, carilah sampai dapat solusi pemecahannya terlebih dahulu, setelah itu ulangi kembali tahap ./configure ini. Mungkin kita bisa berkali-kali mengulangi proses ini, sampai log dalam keadaan bersih tanpa pesan error. Setelah selesai tahap konfigurasi, ada beberapa aplikasi yang memberikan pesan untuk melakukan proses berikutnya, yaitu make.
  6. Tahap selanjutnya make, yaitu proses mengkompilasi source yang telah di konfigurasi pada tahap sebelumnya. Ini sangat bergantung pada kernel yang kita pakai. Biasanya, kalau proses konfigurasi tidak ada kegagalan, maka proses ini akan berjalan mulus sampai selesai, sehingga biasanya kita bisa melihat pesan “leave directory bla... bla.. bla...”
  7. Tahap berikutnya biasanya adalah proses instalasi itu sendiri, yaitu make install yang sebenarnya hanyalah mengkopi file hasil kompilasi ke tempat yang semestinya sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh source code tersebut. Pada tahap ini, tentu saja biasanya, kita harus menggunakan account “root” atau super user, karena proses ini membutuhkan privilege untuk mengakses full pada direktori-direktori sistem di luar privilege user biasa yang aktif. Nah sampai disini proses instalasi telah selesai, kalau beruntung, kita bisa langsung menikmati aplikasi baru tersebut, namun kalau tidak, biasanya sekali lagi biasanya hanya masalah path file binary execute-nya saja. Kita bisa menyelesaikannya dengan cara membuat link ke file binary yang telah diinstall di direktori (sekali lagi biasanya) /usr/bin.

Setelah selesai menjelaskan tahap-tahap ini, pembicara mendapatkan pertanyaan dari peserta, bagaimana caranya melakukan update aplikasi atau kadang-kadang kita sudah tidak membutuhkan aplikasi tersebut dan ingin menghapusnya. Untuk meng-update aplikasi, ternyata kita hanya perlu menimpanya saja, atau ulangi proses di atas. Sedangkan untuk menghapusnya, sangat tergantung dari source code, mudah-mudahan pembuatnya menyertakan rules pada file Makefile untuk melakukan uninstall. Biasanya bila terdapat rule tersebut, hanya diperlukan perintah make uninstall didalam direktori source code-nya, sehingga aplikasi dengan sendirinya akan menghapus semua file yang berhubungan dengannya dari direktori hasil instalasi. Sekarang bagaimana kalau rule tersebut tidak ada ? :D sepertinya kita harus sabar menghapusnya dengan cara manual satu-satu. Itulah alasannya mengapa banyak distro memerlukan sistem pemaketan aplikasi yang telah dihasilkan dari proses kompail sehingga memudahkan manajemen paket aplikasi yang terinstall dalam sistem kita.

Nah sampai di sini, semua hal yang berhubungan dengan instalasi aplikasi dari source code telah selesai dibahas, selanjutnya terserah Anda. Bisa memilih instalasi dari paket dengan alasan mudah dan cepat serta bersih. Atau menginstall dari source code-nya langsung karena lebih terjamin stabilitasnya (benar-benar cocok/sesuai dengan kernel yang kita pakai).
Selamat mencoba....

salam,
denic

materi yang sangat

materi yang sangat baik!

moka tanya, selama ini maen2 downloadji kodong klo butuh aplikasi terus install sendiri. kadang aq nemukan md5 gitu disekitar file yg mo download. inimi yg disebut md5sum? sering kuabaikan klo mo download ka dak mengerka apa fungsi. penjelasan lebih detail dulue...

thank's before
mr wevils

md5sum biasa digunakan untuk

md5sum biasa digunakan untuk verifikasi file atau untuk melihat ke absahan file. pada saat file di buat terakhir kali, biasa disertakan hasil md5 yang yang tersimpan dalam satu file contohnya contoh.md5, berdasarkan file contoh.md5 tersebut kita bisa tau klo ada perubahan dari file2 yang telah dibuatkan md5sum-nya.

salam

Betul, md5sum digunakan

Betul, md5sum digunakan untuk verifikasi apakah file yang didownload itu betul atau tidak, nanti tinggal mencocokkan saja hasil md5sum dari file yang didownload dengan md5sum yang diwebsitenya kalau berbeda berarti filenya rusak, dan sebaliknya.

cukup ketikkan perintah md5sum diikuti nama file yang didownload, contoh :

arman@oridecon:~$ md5sum squid-2.6.STABLE10.tar.gz 
b2b5efbaf6f95f94ab4a71914a86ace0  squid-2.6.STABLE10.tar.gz
arman@oridecon:~$ 

hasilnya yang "b2b5efbaf6f95f94ab4a71914a86ace0" itu dicocokkan dengan yang diwebsite.

Regards,

Arman Idris
arman[at]makassar-slackers[dot]org

nambah dikit, contoh untuk

nambah dikit,
contoh untuk membuat file md5 bisa menggunakan command md5sum, contoh:

$md5sum /home/baco/* > baco.md5

maksudnya semua file yang di /home/baco dibuatkan file md5 (hash) ke dalam sebuah file yang bernama baco.md5.
untuk verifikasi file2 yang ada di /home/baco bisa menggunakan command

$md5sum -c baco.md5

maksudnya, mengecek semua file yang ada di /home/baco apa ada perubahan atau tidak, jika tidak ada perubahan maka tampilan yang ada dilayar adalah "OK" disamping nama file yang di verifikasi, jika tampilan dilayar ada yang "failed" berarti ada perubahan dalam file tersebut setelah md5 dibuatkan

salam

ngerti deh.. artinya untuk

ngerti deh..
artinya untuk memastikan paket yg kita download gak ada errornya pake kode md5 itu di. ya..ya.. thank's infonya