Not friendly with MSIE  

Waktu Makassar

Navigation

User login

Di Dukung Oleh :


Universitas Negeri Makassar
Universitas Negeri Makassar


Balai Diklat Keuangan VI Makassar
Balai Diklat Keuangan Makassar
We recommend GNU Linux for Government

Mailing List

Google Groups
Subscribe to Makassar Slackers
Email:
Visit this group

Ads by PPCIndo

Recent comments

Lilo Hilang

Lilo ku hilang, what should I do??

Sekitar 30 menit yang lalu, pesan itu muncul dari seorang teman waktu saya online dengan Yahoo Messenger-ku. Setelah tanya tinyi soal system yang dia jalankan, berikut hasilnya :
* PC-nya dual boot Windows dan Slackware 11
Dengan tabel partisi /dev/hda1 untuk windows, /dev/hda2 untuk swap, /dev/hda3 untuk partisi root (/) linux dan /dev/hda4 untuk partisi /home
* Lilo-nya hilang sewaktu install ulang windows-nya gara-gara kena virus .. :D

saya cuma sarankan boot kembali PC-nya dengan menggunakan CD installer Slackware 11, ketika muncul prompt "boot" tinggal ketikkan
bare.i root=/dev/hda3 rw
dan tekan enter ...
Setelah proses boot selesai, dan login, tinggal ketikkan "lilo" maka lilo akan kembali terinstall seperti sediakala.
Cuma dengan cara itu dan waktu yang singkat system di PC dapat kembali berjalan dengan normal.

sedikit penjelasan, bare.i adalah kernel yang diload untuk booting oleh cd slackware untuk pilihan kernel lainnya tekan tombol [F2]. root=/dev/hda3 adalah lokasi partisi root (/) dari slackware atau linux yang ingin diload. rw read write untuk permission dari partisi yang di load.

Kenapa bisa demikian
Di Slackware atau distribusi linux lainnya, sebagian besar Lilo atau bootloader terinstall di Master Boot Record (MBR) dari harddisk. Sewaktu proses instalasi windows ada suatu proses yang akan menulis atau membersihkan MBR dan pada proses inilah lilo hilang atau terhapus dari MBR. Karena terhapus dari MBR maka lilo tersebut harus diinstall kembali ke MBR dan salah satu caranya adalah seperti diatas.

untuk versi slackware yang lebih baru, silahkan disesuaikan dengan nama kernel yang di load oleh cd/dvd

Salam,
AMad
amad(at)makassar-slackers(dot)org

lebih ekstrim lagi...

saya pernah mencoba mengubah partisi mesin linux saya...
tapi tidak ingin melakukan proses instalasi dari awal dan konfigurasi ini itu.
sebelumnya saya backup semua file dalam slackware box-ku ke komputer lain (di suatu direktori tertentu) dengan memakai tools rsync, saya belum berani pakai tools yang lain.
Trus.. yang pasti... setelah dipartisi ulang hardisknya... pastilah mapping menjadi berbeda dan bagaimana file backup tadi? apakah masih berguna ?
Ternyata... linux bener-bener surga bagi orang yang suka ngoprek :D
persis ... setelah saya kembalikan semua file backup tadi ke hardisk yang telah diformat, trus... mengubah setting /etc/fstab dan /etc/lilo... juga melakukan perintah lilo dari live cd slax dengan perintah lilo -r [mount point tempat /etc/lilo.conf disimpan], akhirnya slackwareku berjalan dengan mulus... seperti sedia kala tanpa pesan error sedikitpun termasuk semua konfigurasiku yang lama dan daftar user yang ada beserta passwordnya.

Ini terjadi karena di linux, semua data adalah file, termasuk block device :D jadi betul-betul sangat fleksibel dan handy :))
coba bandingkan dengan windows ... bisakah windows dibikin seperti itu ? yang paling mungkin adalah dengan menggunakan tools dd. but itu nggak bisa mengubah ukuran partisi :P

yang... penting intinya di sini adalah... bila menghadapi masalah di slackware atau linux pada umumnya... jangan pernah panik. Karena banyak jalan bisa ditempuh, asalkan Anda mau berusaha. Jangan pernah membawa kebiasaan buruk di windows, dimana setiap terjadi kesalahan sedikit aja udah main format dan install ulang :P

salam

denic