Saya mau belajar pemrograman di linux tapi dari mana mulainya
Pertanyaan diatas adalah hal yang umum ditanyakan oleh orang - orang yang mengerti pemrograman di sistem operasi yang paling laku. Padahal di linux itu merupakan surganya programmer (bagaimana tidak sourcenya kodenya ada atau kalau orang Makassar sebut listing, mulai dari aplikasi sampai daemon, mulai program yang kecil sampe yang raksasa). Tapi programmer yang mana dulu?.
Coba deh tanya ke beberapa orang yang menyebut dirinya programmer bisanya apa?. Kemungkinan besar jawabannya Database. Jarang sekali yang kita temukan orang yang ngerti gimana bikin daemon, akses hardware. Tanya kenapa?? (iklan mi sede).
IDE dan RAD yang membodohi
Dari sekian banyak programmer berapa yang diantaranya yang mengetik kodenya langsung dengan teks editor bukan dengan IDE (Integrated Development Environments), dan melakukan kompilasi langsung dari kompilernya?. Bahkan saya beberapa kali bertanya pada mahasiswa - mahasiswa informatika di Makassar seperti ini:
"Pernah bikin program kan?", dijawab "Pernah".
"Berarti sudah biasa meng'compile' kan?", dijawab "wah, kalau itu materinya belum sampe ke situ?".
"Trus, gimana dong caranya itu program dicoba",dijawab "tinggal di"run" tekan ini dan itu".
Atas dasar tersebut saya mengambil kesimpulan bahwa IDE itu melakukan pembodohan, belum lagi seorang teman kaget melihat saya melakukan kompilasi hanya dengan mengetikkan "make", berarti dasar - dasar pemrograman kita masih lemah.
Real programmer write down his own code
Entah dimana saya pernah baca kalimat tersebut yang jelas waktu itu lagi cari - cari dokumentasi buat programming di linux. Ok, kita lanjut. Sekarang adalah apa yang kita butuhkan untuk melakukan pemrograman.
- Teks Editor, ya sebuah teks editor apasaja untuk mengetikkan kode program yang kita tulis bisa vi, pico yang jelas menghasilkan sebuah file teks ascii yaitu sebuah file jika dilihat dengan perintah less/cat yang terlihat adalah apa yang kita ketikkan bukan kode - kode aneh.
- Compiler / Interpreter : Ada banyak macam bahasa pemrograman bisa liat di Freshmeat
- Kopi / Minuman ringan + snack secukupnya :D
Write and Compile
Sebelum menulis kode tentukan dulu bahasa pemrograman apa yang akan digunakan, dan apakah linuxnya sudah terinstall bahasa pemrograman tersebut, di slackware ada terdapat gcc (gnu c compiler) dan disarankan menggunakan bahasa c/c++, walaupun bahasa pemrograman yang lain juga ada seperti perl,ruby, python dll bahkan bahasa pemrograman yang terkenal di makassar Pascal tapi mesti install dulu bisa menggunakan gpc atau free pascal, berhubung di slackware adanya c/c++ maka kita kasih contoh c.
Tulis kode :
#include <stdio.h>
int main (int argc, char* argv[])
{
printf ("Hello World\n");
return 0;
}
Simpan dengan nama hello.c, Selanjutnya adalah kompilasi :
Ketikkan perintah berikut :
$ gcc -o hello hello.c
Arti perintah diatas adalah compile hello.c dengan output file bernama hello (-o hello).
jika tidak ada error kita akan memperoleh sebuah file bernama hello, tinggal ketikkan perintah :
./hello
Untuk menjalankannya. Jika keluar pesan yang paling terkenal itu maka kita sudah melakukan pemrograman di linux.
arman@oridecon:~/mine/c$ ./hello
Hello World
arman@oridecon:~/mine/c$
Sekarang tinggal belajarnya,
Selamat Belajar.
Arman
arman[at]makassar-slackers[dot]org
- arman's blog
- Login or register to post comments



sepengetahuan saya
Betul sekali tulisan di atas...
apa yang salah ? kurikulumnya atau pengajarnya yang nggak pernah melek dan membaca dunia :))
saya ... ma'af... bukan untuk pamer...
terus terang nggak punya background pendidikan di bidang ti :( cuman lulusan d3 stan (apa hubungannya dengan ti :D)
beberapa kali ditanya tentang php (kebetulan cuman itu yang saya pelajari dari guruku yang paling berjasa buat hidup saya, Arman :D) oleh beberapa teman yang kuliah di ti. php bisa apakah ? saya jawab php adalah general purpose language, jadi Anda bisa bikin apa saja di php (walaupun cuman interpreter). Tapi dasar mahasiswa tersebut hanya diajari php hanya untuk membuat tampilan web (pakai dream weaver lagi : sorry kalo salah tulisannya) terheran-heran.
IDE mmemang memudahkan, tapi sungguh membuat kita tidak kreatif. Karena semua yang dikerjakan dibelakang layar tidak pernah dilihat, jadi mereka tidak terbiasa menghadapi script, makanya akan kelabakan bila menghadapi customisasi cms, padahal kalo kita lihat scriptnya, pastilah kita bisa malakukan seperti yang kita mau.
makanya di opensource kita diajarin liat scriptnya orang supaya bisa ikut serta mengembangkan yang telah dimulai oleh orang lain. Hal yang sama sekali berbeda dengan temen-temen programer yang masih pakai visual basic dan foxpro :P. Jadi kemampuan berimprovisasi bisa berkembang di dunia opensource.
kalo ditanya... belajar pemrograman apa yang bagus ? jawabannya ada dalam diri Anda sendiri ! di opensource semua bahasa pemrograman bisa berkolaborasi, sehingga kita bisa menciptakan tools sesuai kebutuhan kita (apapun itu) !
Ingat.. tools make tools !
contohnya di php (lihat manualnya) tidak memberikan support untuk menangani printing secara langsung dan kita tidak akan menemukan sama sekali pemecahannya di sana !
But.. kemampuan improvisasi Anda diuji... !
linux punya cups dan shell ! dengan itu kita bisa memecahkan masalah printing dengan php.
Nah.. bagaimana kalo Anda tergantung dengan ide ? adakah petunjuk ke arah sana ? :D
Buat Anda yang sedang belajar di institusi pendidikan yang ber-core TEKNOLOGI INFORMASI please bebaskan pikiran Anda !
JANGAN MAU DIBATASI OLEH KUNGKUNGAN MICROSOFT MAMPUS AGREEMENT ! KARENA ITU CUMAN MEMBUAT ANDA JADI BODOH !!! ANDA TIDAK PERNAH BISA MAJU SEPERTI MAHASISWA DI NEGARA LAIN!
LAWAN ! CIPTAKAN SESUATU YANG LEBIH HEBAT DENGAN OPENSOURCE !
salam
denic
Belajar pemrograman di linux saya mulai dari ....
Baru-baru ini saya baru migrasi dan juga bingung mengenai Environment Linux, terutama dalam hal programming. Selama memulai pemrograman di Linux, pada awalnya agak kesulitan karena semua kode kita tulis sendiri (kalo nggak pake IDE). Tapi lama-lama saya lebih mengerti tentang pemrograman itu sendiri, terutama mengenai compiler, ide, interpreter sampai membuat objek sendiri.
Saya cuma mau bilang kalo mau jadi seorang programmer, jangan enggan bertanya sama orang. Dari situ saya rasakan nikmatnya "berbagi" pengalaman dalam hal pemrograman. Kepuasan akan terasa lain jika kita menulis kode sendiri, apa lagi jika program yang dibuat itu bisa cross flatform.
At last ...
bicara mengenai Microsoft, saya beranggapan bahwa metode "Closed Source" yang siap pakai akan memberi kemudahan bagi user, tapi perlu kita sadari bahwa hal tersebut akan mematikan kreativitas kita dan akan menimbulkan ketergantungan dan tentu saja tidak gratis. Kasus ini mirip dengan pengedar Narkoba, memberikan dulu secara cuma-cuma (Trial Version) tapi setelahnya kita harus membelinya (Buy the License).
Yah... tapi bagaimanapun semua tergantung kita, mau pilih yang mana....
jadi programmer atau atau "designer".
Saya pilih jadi user....
"..Teman teman silakan belajar, silakan mengutak atik yang namanya opensource, keluarkan semua daya dan upaya, siapkan bercangkir cangkir kopi, berbungkus bungkus snack, berpack pack rokok Gudang Garam Mini....disisi lain biarkan saya mencari duit banyak banyak...nah, nanti kalo dah pada pinter semua, kerja mi sama saya...hahahahahaha"
Itulah sekelumit diri saya, dah males belajar, dah males ngutak atik...tp saya pilih pake opensource, ya Slackware...gimana coba? Ada yg mau bimbing saya?
Syaloom..
Re : Saya pilih jadi user....
Betul sekali,
Menggunakan linux sebenarnya tidak jauh beda dengan menggunakan windows, toh berapa banyak sih orang awam yang mengerti soal instalasi program, buktinya masih marak tuh orang yang minta di installkan komputernya.
Berhubung ada yang mau nyariin duit, hehehe boleh deh kerjasama dengan komunitas kita, biar yang belajar dan semoga jadi lebih pintar pada semangat.
Kalau soal bimbingan, selama masih bisa saya pasti bantu, saya pikir rekan - rekan yang lain juga demikian.
Yang paling penting tidak menggunakan software bajakan.
Keep Free with Open Source.
Arman
Salam kenal for all slacker
Salam kenal for all slacker mania..Menurut saya kalau belajar bhs pemgraman under OS wi.... sama belajar nari balet tapi peke gips(nyontek kata2 Om Erick S R)..dan menurut saya Mata kliah yang ada dikampus(slah stunya kampus saya)hanya berkutat di bawah satu OS..Gimana IT Indonesia mau maju..Belajarnya VB bahasa pemograman yang enggak bangetz bwt saya.Saran Mending C tw Python..Asyik,menantang sama kaya SLACKWARE bikin nda bisa tidur...
Salam kenal for all slacker
Salam kenal for all slacker mania..Menurut saya kalau belajar bhs pemgraman under OS wi.... sama belajar nari balet tapi peke gips(nyontek kata2 Om Erick S R)..dan menurut saya Mata kliah yang ada dikampus(slah stunya kampus saya)hanya berkutat di bawah satu OS..Gimana IT Indonesia mau maju..Belajarnya VB bahasa pemograman yang enggak bangetz bwt saya.Saran Mending C tw Python..Asyik,menantang sama kaya SLACKWARE bikin nda bisa tidur...
Salam kenal Joe
Salam kenal Joe